iPhone 5s bisa dijebol juga



            Sistem keamanan iPhone 5S yang katanya paling hebat ternyata bukan jaminan. Kini, sebuah video YouTube menjelaskan bagaimana cara untuk membobol sistem keamanan ini.
Seperti dilansir Mashable (4/10), video ini mengambil studi kasus di mana iPhone 5S yang sudah diamankan dengan sistem sidik jari. Setelah dicuri, pencuri kemudian menggunakan beberapa teknik agar sistem keamanan tersebut bisa dibuka.

Caranya pertama adalah dengan mengubah ponsel ke mode airplane. Dengan begitu, sistem pengunci otomatis dari iCloud tidak akan bisa memblokir iPhone yang tercuri tersebut.

Kemudian, memanfaatkan sisa sidik jari yang ditinggalkan pengguna dalam ponsel, pencuri mencoba menduplikasinya. Jika berhasil, iPhone 5S itu pun bisa dibuka.

Namun, ini bukan langkah terakhir yang dilakukan para pencuri. Dirinya masih harus menghapus sinkronisasi data pemilik sebelumnya yang tersimpan dalam iCloud.

Mau tahu caranya? Silahkan pahami sendiri lewat video berikut ini:
Read More...

Perbedaan itu indah

Hidup tanpa perbedaan mungkin hambar rasanya. Entah itu perbedaan dari sudut pandang, pemikiran atau kebiasaan. Semuanya memiliki arti dan makna sendiri-sendiri bagi orang yang bisa memahaminya dan semuanya pasti memiliki latar belakang dari sisi kehidupan mereka sendiri. Tidak dipungkiri hal ini juga terjadi pada diri kita sendiri. Dimana masyarakat akan memandang kita sebagai makhluk manusia yang memiliki posisioning yang tidak didapat oleh orang-orang di sekitar kita.
Ketika perbedaan ini muncul, maka publik akan membuat sebuah opini baru dan akan menimbulkan persepsi yang tidak terlelakkan. Hal ini lah yang banyak disalahartikan bagi orang-orang di sekeliling kita. Bagi orang-orang yang “ekstrim” (Garis Keras), mungkin saja ini merupakan bagian dari sebuah kelompok kehidupan yang harus dipatuhi. Bagi orang intelektual, mungkin saja ini merupakan sebuah wahana baru dalam sisi kehidupan. Sehingga memunculkan apa yang dinamakan “Frame Of Mind” maksudnya adalah pikiran yang telah terkotak-kotak. Jika dijabarkan berarti mengandung makna, jika kita terjun dalam sebuah kelompok maka kita pasti akan memandang kelompok kita lah yang paling benar ketimbang kelompok yang lain. Fakta sudah terjadi dan fakta lah yang membuktikannya.
Budaya dimulai dari sebuah keluarga, budaya dapat dibentuk tetapi budaya tidak dapat dimusnahkan dan budaya sangat sulit untuk dirubah.
Negara kita termasuk negara yang bermacam-macam suku, bahasa, agama dan budaya. Kesemuanya memiliki pemikiran dan kebiasaan yang berbeda-beda antara yang satu dangan yang lainnya. Mengapa dalam sebuah perbedaan selalu saja dibicarakan atau diperdebatkan. Hal ini tidak akan menimbulkan jalan menuju damai. Malahan akan menimbulkan sebuah konflik horisontal yang baru. Dampak yang berkepanjangan seperti ini akan menimbulkan sebuah perpecahan dalam sebuah negara. Dimana negara akan menjadi sebuah kerajaan yang terpisah dan tidak akan terelakkan.

Mungkin dari hati kita atau pikiran kita pasti akan menimbulkan pertanyaan yang mungkin bagi kita sulit untuk dijawab. Bagaimana solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang sedemikian rupa ?. Sebenarnya solusi ini sangat mudah untuk dijawab. Kuncinya terletak pada masalah pendidikan. Pemerataan pendidikan di sektor budaya sangatlah tidak merata di negara kita dan terkesan dibuat-buat. Hal ini lah yang membuat kalangan intelektual merasa kecewa terhadap kondisi seperti ini.
Dilain sisi negara kita adalah negara misikin yang ke-x. tetapi yang lebih aneh lagi adalah mengapa kita tidak pernah untuk mengakuinya dan membentuk sebuah sistem dan peradaban yang baru. Semuanya pasti memerlukan waktu yang panjang dan tidak mudah. Untuk membangun peradaban yang mengenal perbedaan memang tidak 1 atau 2 tahun. Mungkin dibutuhkan sampai puluhan tahun bahkan ratusan tahun ke depan.
Dunia ini sangat kompleks. Tidak ada yang membuat mustahil sesuai dengan pemikiran kita. Semua pasti dapat terealisasi, asalkan lakon tersebut dapat menjalani sesuai dengan prosedur yang sudah disepakati.
Read More...

Misteri ilahi

Seringkali aku berkata, ketika
orang memuji milikku

bahwa sesungguhya ini hanya
titipan

Bahwa mobilku hanya titipan
Nya, bahwa rumahku hanya
titipanNya

bahwa hartaku hanya titipanNya,

Tetapi mengapa aku tidak
pernah bertanya, mengapa Dia
menitipkan padaku?

Untuk apa Dia menitipkan ini
padaku?

Dan kalau bukan milikku
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?

Adakah aku memiliki hak atas
sesuatu yang bukan milikku?

mengapa hatiku justru terasa
berat, ketika titipan itu diminta
kembali oleh

Nya?

ketika diminta kembali, kusebut
itu sebagai musibah

kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,

kusebut dengan panggilan apa
saja yang melukiskan bahwa itu
adalah derita,

ketika aku berdoa, kuminta
titipan yang cocok dengan hawa
nafsuku,

aku ingin lebih banyak harta,
lebih banyak mobil, lebih banyak
rumah,

lebih banyak popularitas dan
kutolak sakit, kutolak kemiskinan

seolah semua "derita" adalah
hukuman bagiku

seolah keadilan dan kasih Nya
harus berjalan seperti
matematika:

"Aku rajin beribadah, maka
selayaknyalah derita menjauh
dariku,

dan nikmat dunia tetap
menghampiriku

kuperlakukan Dia seolah mitra
dagang, dan bukan kekasih

kuminta Dia membalas "perlakuan baikku" dan

menolak keputusanNya yang tak
sesuai keinginanku,

Gusti, padahal tiap hari
kuucapkan, hidup dan matiku
hanyalah untuk

beribadah

"ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan
sama saja"
Read More...

Video Gallery