Pacaran setelah menikah

 Pacaran dilarang dan diharamkan dalam Islam. Cukuplah firman-firman Allah 
berikut ini yang menunjukkan akan keharamannya:
“Dan janganlah kalian mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak 
di antaranya maupun yang tersembunyi.” [Al-An'aam:151]
“Dan janganlah kalian mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu 
perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” [Al-Israa`:32]
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan 
pandangannya, dan memelihara kemaluannya.” [An-Nuur:30]
“Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, 
dan memelihara kemaluannya.” [An-Nuur:31]

Pacaran mengantarkan kepada perzinahan dan perbuatan keji lainnya. 
Perhatikanlah wahai orang-orang yang berakal! Wallahu A’lam.

==========

1. Hukum pacaran itu bagaimana sih? ….
2. Saya ingin tanya tentang pergaulan antara pria dan wanita menurut syariat 
islam! dan bagaimana hukumnya apabila tidak berpacaran namun bergaul dengan 
pria lain dan pria itu timbul perasaan terhadap kita walaupun kita tidak ingin 
dikatakan berpacaran dengan pria itu walaupun wanitanya lama-lama juga timbul 
perasaan tertarik pada pria tersebut? Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih 
yang sebesar-besarnya! …
3. Saya ingin menyakan tentang hukum pacaran saya pernah dengar katanya pacaran 
itu haram lalu bagi cowok untuk mengetahui sifat/karakter pujaannya bisa 
mengirim saudaranya untuk mengetahui nya(mohon koreksinya), lalu bagaimana 
dengan cewek? apakah juga perlu mengirimkan saudaranya untuk mengetahui sifat 
cowok pujaanya? …

Jawaban:

Dalam Islam, hubungan antara pria dan wanita dibagi menjadi dua, yaitu hubungan 
mahram dan hubungan nonmahram. Hubungan mahram adalah seperti yang disebutkan 
dalam Surah An-Nisa 23, yaitu mahram seorang laki-laki (atau wanita yang tidak 
boleh dikawin oleh laki-laki) adalah ibu (termasuk nenek), saudara perempuan 
(baik sekandung ataupun sebapak), bibi (dari bapak ataupun ibu), keponakan 
(dari saudara sekandung atau sebapak), anak perempuan (baik itu asli ataupun 
tiri dan termasuk di dalamnya cucu), ibu susu, saudara sesusuan, ibu mertua, 
dan menantu perempuan. Maka, yang tidak termasuk mahram adalah sepupu, istri 
paman, dan semua wanita yang tidak disebutkan dalam ayat di atas.

Uturan untuk mahram sudah jelas, yaitu seorang laki-laki boleh berkhalwat 
(berdua-duaan) dengan mahramnya, semisal bapak dengan putrinya, kakak laki-laki 
dengan adiknya yang perempuan, dan seterusnya. Demikian pula, dibolehkan bagi 
mahramnya untuk tidak berhijab di mana seorang laki-laki boleh melihat langsung 
perempuan yang terhitung mahramnya tanpa hijab ataupun tanpa jilbab (tetapi 
bukan auratnya), semisal bapak melihat rambut putrinya, atau seorang kakak 
laki-laki melihat wajah adiknya yang perempuan. Aturan yang lain yaitu 
perempuan boleh berpergian jauh/safar lebih dari tiga hari jika ditemani oleh 
laki-laki yang terhitung mahramnya, misalnya kakak laki-laki mengantar adiknya 
yang perempuan tour keliling dunia. Aturan yang lain bahwa seorang laki-laki 
boleh menjadi wali bagi perempuan yang terhitung mahramnya, semisal seorang 
laki-laki yang menjadi wali bagi bibinya dalam pernikahan.

Hubungan yang kedua adalah hubungan nonmahram, yaitu larangan berkhalwat 
(berdua-duaan), larangan melihat langsung, dan kewajiban berhijab di samping 
berjilbab, tidak bisa berpergian lebih dari tiga hari dan tidak bisa menjadi 
walinya. Ada pula aturan yang lain, yaitu jika ingin berbicara dengan 
nonmahram, maka seorang perempuan harus didampingi oleh mahram aslinya. 
Misalnya, seorang siswi SMU yang ingin berbicara dengan temannya yang laki-laki 
harus ditemani oleh bapaknya atau kakaknya. Dengan demikian, hubungan nonmahram 
yang melanggar aturan di atas adalah haram dalam Islam. Perhatikan dan 
renungkanlah uraian berikut ini.

Firman Allah SWT yang artinya, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya 
zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” 
(Al-Isra: 32).

“Katakanlah kepada orang-orang mukmin laki-laki: ‘Hendaklah mereka itu 
menundukkan sebahagian pandangannya dan menjaga kemaluannya ….’ Dan katakanlah 
kepada orang-orang mukmin perempuan: ‘Hendaknya mereka itu menundukkan 
sebahagian pandangannya dan menjaga kemaluannya …’.”
(An-Nur: 30–31).

Menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan, tidak dilepas begitu saja tanpa 
kendali sehingga dapat menelan merasakan kelezatan atas birahinya kepada lawan 
jenisnya yang beraksi. Pandangan dapat dikatakan terpelihara apabila secara 
tidak sengaja melihat lawan jenis kemudian menahan untuk tidak berusaha melihat 
mengulangi melihat lagi atau mengamat-amati kecantikannya atau kegantengannya.

Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah saw. 
tentang melihat dengan mendadak. Maka jawab Nabi, ‘Palingkanlah pandanganmu 
itu!” (HR Muslim, Abu Daud, Ahmad, dan Tirmizi).

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. telah bersabda yang artinya, 
“Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, 
kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau 
diingkari oleh alat kelamin.” (Hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan 
Imam Muslim dari Ibn Abbas dan Abu Hurairah).

“Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. 
Kedua mata zinanya melihat, kedua teling zinanya mendengar, lidah zinanya 
bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah 
(berjalan) dan hati yang berhazrat dan berharap. Semua itu dibenarkan 
(direalisasi) oleh kelamin atau digagalkannya.” (HR Bukhari).

Rasulullah saw. berpesan kepada Ali r.a. yang artinya, “Hai Ali, Jangan sampai 
pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya! Kamu hanya boleh pada 
pandangan pertama, adapun berikutnya tidak boleh.” (HR Ahmad, Abu Daud, dan 
Tirmidzi).

Al-Hakim meriwayatkan, “Hati-hatilah kamu dari bicara-bicara dengan wanita, 
sebab tiada seorang laki-laki yang sendirian dengan wanita yang tidak ada 
mahramnya melainkan ingin berzina padanya.”

Yang terendah adalah zina hati dengan bernikmat-nikmat karena getaran jiwa yang 
dekat dengannya, zina mata dengan merasakan sedap memandangnya dan lebih jauh 
terjerumus ke zina badan dengan, saling bersentuhan, berpegangan, berpelukan, 
berciuman, dan seterusnya hingga terjadilah persetubuhan.

Ath-Thabarani dan Al-Hakim meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah 
berfirman yang artinya, ‘Penglihatan (melihat wanita) itu sebagai panah iblis 
yang sangat beracun, maka siapa mengelakkan (meninggalkannya) karena takut 
pada-Ku, maka Aku menggantikannya dengan iman yang dapat dirasakan manisnya 
dalam hatinya.”

Ath-Thabarani meriwayatkan, Nabi saw. bersabda yang artinya, “Awaslah kamu dari 
bersendirian dengan wanita, demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tiada seorang 
lelaki yang bersendirian (bersembunyian) dengan wanita malainkan dimasuki oleh 
setan antara keduanya. Dan, seorang yang berdesakkan dengan babi yang 
berlumuran lumpur yang basi lebih baik daripada bersentuhan bahu dengan bahu 
wanita yang tidak halal baginya.”

Di dalam kitab Dzamm ul Hawa, Ibnul Jauzi menyebutkan dari Abu al-Hasan 
al-Wa’ifdz bahwa dia berkata, “Ketika Abu Nashr Habib al-Najjar al-Wa’idz wafat 
di kota Basrah, dia dimimpikan berwajah bundar seperti bulan di malam purnama. 
Akan tetapi, ada satu noktah hitam yang ada wajahnya. Maka orang yang melihat 
noda hitam itu pun bertanya kepadanya, ‘Wahai Habib, mengapa aku melihat ada 
noktah hitam berada di wajah Anda?’ Dia menjawab, ‘Pernah pada suatu ketika aku 
melewati kabilah Bani Abbas. Di sana aku melihat seorang anak amrad dan aku 
memperhatikannya. Ketika aku telah menghadap Tuhanku, Dia berfirman, ‘Wahai 
Habib?’ Aku menjawab, ‘Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah.’ Allah berfirman, 
‘Lewatlah Kamu di atas neraka.’ Maka, aku melewatinya dan aku ditiup sekali 
sehingga aku berkata, ‘Aduh (karena sakitnya).’ Maka. Dia memanggilku, ‘Satu 
kali tiupan adalah untuk sekali pandangan. Seandainya kamu berkali-kali 
memandang, pasti
 Aku akan menambah tiupan (api neraka).”

Hal tersebut sebagai gambaran bahwa hanya melihat amrad (anak muda belia yang 
kelihatan tampan) saja akan mengalami kesulitan yang sangat dalam di akhirat 
kelak.

“Semalam aku melihat dua orang yang datang kepadaku. Lantas mereka berdua 
mengajakku keluar. Maka, aku berangkat bersama keduanya. Kemudian keduanya 
membawaku melihat lubang (dapur) yang sempit atapnya dan luas bagian bawahnya, 
menyala api, dan bila meluap apinya naik orang-orang yang di dalamnya sehingga 
hampir keluar. Jika api itu padam, mereka kembali ke dasar. Lantas aku berkata, 
‘Apa ini?’ Kedua orang itu berkata, ‘Mereka adalah orang-orang yang telah 
melakukan zina.” (Isi hadis tersebut kami ringkas redaksinya. Hadis di ini 
diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).

Di dalam kitab Dzamm ul-Hawa, Ibnul Jauzi menyebutkan bahwa Abu Hurairah r.a. 
dan Ibn Abbas r.a., keduanya berkata, Rasulullah saw. Berkhotbah, “Barang siapa 
yang memiliki kesempatan untuk menggauli seorang wanita atau budak wanita 
lantas dia melakukannya, maka Allah akan mengharamkan surga untuknya dan akan 
memasukkan dia ke dalam neraka. Barang siapa yang memandang seorang wanita 
(yang tidak halal) baginya, maka Allah akan memenuhi kedua matanya dengan api 
dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam neraka. Barang siapa yang berjabat tangan 
dengan seorang wanita (yang) haram (baginya) maka di hari kiamat dia akan 
datang dalam keadaan dibelenggu tangannya di atas leher, kemudian diperintahkan 
untuk masuk ke dalam neraka. Dan, barang siapa yang bersenda gurau dengan 
seorang wanita, maka dia akan ditahan selama seribu tahun untuk setiap kata 
yang diucapkan di dunia. Sedangkan setiap wanita yang menuruti (kemauan) lelaki 
(yang) haram (untuknya), sehingga lelaki
 itu terus membarengi dirinya, mencium, bergaul, menggoda, dan bersetubuh 
dengannya, maka wanitu itu juga mendapatkan dosa seperti yang diterima oleh 
lelaki tersebut.”

‘Atha’ al-Khurasaniy berkata, “Sesungguhnya neraka Jahanam memiliki tujuh buah 
pintu. Yang paling menakutkan, paling panas, dan paling bisuk baunya adalah 
pintu yang diperuntukkan bagi para pezina yang melakukan perbuatan tersebut 
setelah mengetahui hukumnya.”

Dari Ghazwan ibn Jarir, dari ayahnya bahwa mereka berbicara kepada Ali ibn Abi 
Thalib mengenai beberapa perbuatan keji. Lantas Ali r.a. berkata kepada mereka, 
“Apakah kalian tahu perbuatan zina yang paling keji di sisi Allah Jalla 
Sya’nuhu?” Mereka berkata, “Wahai Amir al-Mukminin, semua bentuk zina adalah 
perbuatan keji di sisi Allah.” Ali r.a. berkata, “Akan tetapi, aku akan 
memberitahukan kepada kalian sebuah bentuk perbuatan zina yang paling keji di 
sisi Allah Tabaaraka wa Taala, yaitu seorang hamba berzina dengan istri 
tetangganya yang muslim. Dengan demikian, dia telah menjadi pezina dan merusak 
istri seorang lelaki muslim.” Kemudian, Ali r.a. berkata lagi, “Sesungguhnya 
akan dikirim kepada manusia sebuah aroma bisuk pada hari kiamat, sehingga semua 
orang yang baik maupun orang yang buruk merasa tersiksa dengan bau tersebut. 
Bahkan, aroma itu melekat di setiap manusia, sehingga ada seseorang yang 
menyeru untuk memperdengarkan
 suaranya kepada semua manusia, “Apakah kalian tahu, bau apakah yang telah 
menyiksa penciuman kalian?” Mereka menjawab, “Demi Allah, kami tidak 
mengetahuinya. Hanya saja yang paling mengherankan, bau tersebut sampai kepada 
masing-masing orang dari kita.” Lantas suara itu kembali terdengar, 
“Sesungguhnya itu adalah aroma alat kelamin para pezina yang menghadap Allah 
dengan membawa dosa zina dan belum sempat bertobat dari dosa tersebut.”

Bukankah banyak kejadian orang-orang yang berpacaran dan bercinta-cinta dengan 
orang yang telah berkeluarga? Jadi, pacaran tidak hanya mereka yang masih 
bujangan dan gadis, tetapi dari uisa akil balig hingga kakek nenek bisa berbuat 
seperti yang diancam oleh hukuman Allah tersebut di atas. Hanya saja, yang umum 
kelihatan melakukan pacaran adalah para remaja.

Namun, bukan berarti tidak ada solusi dalam Islam untuk berhubungan dengan 
nonmahram. Dalam Islam hubungan nonmahram ini diakomodasi dalam lembaga 
perkawinan melalui sistem khitbah/lamaran dan pernikahan.

“Hai golongan pemuda, siapa di antara kamu yang mampu untuk menikah, maka 
hendaklah ia menikah, karena menikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih 
memelihara kemaluan. Tetapi, siapa yang tidak mampu menikah, maka hendaklah ia 
berpuasa, karena puasa itu dapat mengurangi syahwat.” (HR Bukhari, Muslim, Abu 
Daud, Tirmizi, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan Darami).

Selain dua hal tersebut di atas, baik itu dinamakan hubungan teman, pergaulan 
laki perempuan tanpa perasaan, ataupun hubungan profesional, ataupun pacaran, 
ataupun pergaulan guru dan murid, bahkan pergaulan antar-tetangga yang 
melanggar aturan di atas adalah haram, meskipun Islam tidak mengingkari adanya 
rasa suka atau bahkan cinta. Anda bahkan diperbolehkan suka kepada laki-laki 
yang bukan mahram, tetapi Anda diharamkan mengadakan hubungan terbuka dengan 
nonmahram tanpa mematuhi aturan di atas. Maka, hubungan atau jenis pergaulan 
yang Anda sebutkan dalam pertanyaan Anda adalah haram. Kalau masih ingin juga, 
Anda harus ditemani kakak laki-laki ataupun mahram laki-laki Anda dan Anda 
harus berhijab dan berjilbab agar memenuhi aturan yang telah ditetapkan Islam.

Hidup di dunia yang singkat ini kita siapkan untuk memperoleh kemenangan di 
hari akhirat kelak. Oleh karena itu, marilah kita mulai hidup ini dengan 
bersungguh-sungguh dan jangan bermain-main. Kita berusaha dan berdoa mengharap 
pertolongan Allah agar diberi kekuatan untuk menjalankan perintah dan 
meninggalkan larangan-Nya. Semoga Allah menolong kita, amin.

Adapun pertanyaan berikutnya kami jawab bahwa cara mengetahui sifat calon 
pasangan adalah bisa tanya secara langsung dengan memakai pendamping (penengah) 
yang mahram. Atau, bisa melalui perantara, baik itu dari keluarga atau saudara 
kita sendiri ataupun dari orang lain yang dapat dipercaya. Hal ini berlaku bagi 
kedua belah pihak. Kemudian, bagi seorang laki-laki yang menyukai wanita yang 
hendak dinikahinya, sebelum dilangsungkan pernikahan, maka baginya diizinkan 
untuk melihat calon pasangannya untuk memantapkan hatinya dan agar tidak kecewa 
di kemudian hari.

“Apabila seseorang hendak meminang seorang wanita kemudian ia dapat melihat 
sebagian yang dikiranya dapat menarik untuk menikahinya, maka kerjakanlah.” (HR 
Abu Daud).
bahkan kita juga berhak mengajukan syarat tuk calon pasangan kita sebelum 
lakukan walimah. kalo kita tertarik ketika melihat calon pasangan yang 
ditawarkan & syarat diajukan disepakati calon pasangan, maka silahkan 
persiapkan tuk acara walimah.Hal-hal yang mungkin dapat dilakukan sebagai 
persiapan seorang muslim apabila hendak melangsungkan pernikahan.
1. Memilih calon pasangan yang tepat.
2. Diproses melalui musyawarah dengan orang tua.
3. Melakukan salat istikharah.
4. Mempersiapkan nafkah lahir dan batin.
5. Mempelajari petunjuk agama tentang pernikahan.
6. Membaca sirah nabawiyah, khususnya yang menyangkut rumah tangga Rasulullah 
saw.
7. Menyelesaikan persyaratan administratif sesui dengan peraturan daerah tempat 
tinggal.
8. Melakukan khitbah/pinangan.
9. Memperbanyak taqarrub kepada Allah supaya memperoleh kelancaran.
10. Mempersiapkan walimah.
====
yang perlu di ingat dan direnungi "BETAPA NIKMATNYA PACARAN SETELAH NIKAH" 
dalam artian pacaran dengan istri sendiri, saya yakin & percaya apabila pacaran 
setelah nikah akan lebih awet romantisnya daripada pacaran dulu baru nikah.

mohon maaf apabila ada yang salah, soalnya ana' bukan ustadz & ana' tahu banyak 
ustadz di milis ini yang lebih paham, apalagi ana' belum pernah merasakan 
indahnya walimah.... :)
Pacaran dilarang dan diharamkan dalam Islam. Cukuplah firman-firman Allah 
berikut ini yang menunjukkan akan keharamannya:
“Dan janganlah kalian mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak 
di antaranya maupun yang tersembunyi.” [Al-An'aam:151]
“Dan janganlah kalian mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu 
perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” [Al-Israa`:32]
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan 
pandangannya, dan memelihara kemaluannya.” [An-Nuur:30]
“Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, 
dan memelihara kemaluannya.” [An-Nuur:31]

Pacaran mengantarkan kepada perzinahan dan perbuatan keji lainnya. 
Perhatikanlah wahai orang-orang yang berakal! Wallahu A’lam.

==========

1. Hukum pacaran itu bagaimana sih? ….
2. Saya ingin tanya tentang pergaulan antara pria dan wanita menurut syariat 
islam! dan bagaimana hukumnya apabila tidak berpacaran namun bergaul dengan 
pria lain dan pria itu timbul perasaan terhadap kita walaupun kita tidak ingin 
dikatakan berpacaran dengan pria itu walaupun wanitanya lama-lama juga timbul 
perasaan tertarik pada pria tersebut? Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih 
yang sebesar-besarnya! …
3. Saya ingin menyakan tentang hukum pacaran saya pernah dengar katanya pacaran 
itu haram lalu bagi cowok untuk mengetahui sifat/karakter pujaannya bisa 
mengirim saudaranya untuk mengetahui nya(mohon koreksinya), lalu bagaimana 
dengan cewek? apakah juga perlu mengirimkan saudaranya untuk mengetahui sifat 
cowok pujaanya? …

Jawaban:

Dalam Islam, hubungan antara pria dan wanita dibagi menjadi dua, yaitu hubungan 
mahram dan hubungan nonmahram. Hubungan mahram adalah seperti yang disebutkan 
dalam Surah An-Nisa 23, yaitu mahram seorang laki-laki (atau wanita yang tidak 
boleh dikawin oleh laki-laki) adalah ibu (termasuk nenek), saudara perempuan 
(baik sekandung ataupun sebapak), bibi (dari bapak ataupun ibu), keponakan 
(dari saudara sekandung atau sebapak), anak perempuan (baik itu asli ataupun 
tiri dan termasuk di dalamnya cucu), ibu susu, saudara sesusuan, ibu mertua, 
dan menantu perempuan. Maka, yang tidak termasuk mahram adalah sepupu, istri 
paman, dan semua wanita yang tidak disebutkan dalam ayat di atas.

Uturan untuk mahram sudah jelas, yaitu seorang laki-laki boleh berkhalwat 
(berdua-duaan) dengan mahramnya, semisal bapak dengan putrinya, kakak laki-laki 
dengan adiknya yang perempuan, dan seterusnya. Demikian pula, dibolehkan bagi 
mahramnya untuk tidak berhijab di mana seorang laki-laki boleh melihat langsung 
perempuan yang terhitung mahramnya tanpa hijab ataupun tanpa jilbab (tetapi 
bukan auratnya), semisal bapak melihat rambut putrinya, atau seorang kakak 
laki-laki melihat wajah adiknya yang perempuan. Aturan yang lain yaitu 
perempuan boleh berpergian jauh/safar lebih dari tiga hari jika ditemani oleh 
laki-laki yang terhitung mahramnya, misalnya kakak laki-laki mengantar adiknya 
yang perempuan tour keliling dunia. Aturan yang lain bahwa seorang laki-laki 
boleh menjadi wali bagi perempuan yang terhitung mahramnya, semisal seorang 
laki-laki yang menjadi wali bagi bibinya dalam pernikahan.

Hubungan yang kedua adalah hubungan nonmahram, yaitu larangan berkhalwat 
(berdua-duaan), larangan melihat langsung, dan kewajiban berhijab di samping 
berjilbab, tidak bisa berpergian lebih dari tiga hari dan tidak bisa menjadi 
walinya. Ada pula aturan yang lain, yaitu jika ingin berbicara dengan 
nonmahram, maka seorang perempuan harus didampingi oleh mahram aslinya. 
Misalnya, seorang siswi SMU yang ingin berbicara dengan temannya yang laki-laki 
harus ditemani oleh bapaknya atau kakaknya. Dengan demikian, hubungan nonmahram 
yang melanggar aturan di atas adalah haram dalam Islam. Perhatikan dan 
renungkanlah uraian berikut ini.

Firman Allah SWT yang artinya, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya 
zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” 
(Al-Isra: 32).

“Katakanlah kepada orang-orang mukmin laki-laki: ‘Hendaklah mereka itu 
menundukkan sebahagian pandangannya dan menjaga kemaluannya ….’ Dan katakanlah 
kepada orang-orang mukmin perempuan: ‘Hendaknya mereka itu menundukkan 
sebahagian pandangannya dan menjaga kemaluannya …’.”
(An-Nur: 30–31).

Menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan, tidak dilepas begitu saja tanpa 
kendali sehingga dapat menelan merasakan kelezatan atas birahinya kepada lawan 
jenisnya yang beraksi. Pandangan dapat dikatakan terpelihara apabila secara 
tidak sengaja melihat lawan jenis kemudian menahan untuk tidak berusaha melihat 
mengulangi melihat lagi atau mengamat-amati kecantikannya atau kegantengannya.

Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah saw. 
tentang melihat dengan mendadak. Maka jawab Nabi, ‘Palingkanlah pandanganmu 
itu!” (HR Muslim, Abu Daud, Ahmad, dan Tirmizi).

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. telah bersabda yang artinya, 
“Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, 
kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau 
diingkari oleh alat kelamin.” (Hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan 
Imam Muslim dari Ibn Abbas dan Abu Hurairah).

“Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. 
Kedua mata zinanya melihat, kedua teling zinanya mendengar, lidah zinanya 
bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah 
(berjalan) dan hati yang berhazrat dan berharap. Semua itu dibenarkan 
(direalisasi) oleh kelamin atau digagalkannya.” (HR Bukhari).

Rasulullah saw. berpesan kepada Ali r.a. yang artinya, “Hai Ali, Jangan sampai 
pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya! Kamu hanya boleh pada 
pandangan pertama, adapun berikutnya tidak boleh.” (HR Ahmad, Abu Daud, dan 
Tirmidzi).

Al-Hakim meriwayatkan, “Hati-hatilah kamu dari bicara-bicara dengan wanita, 
sebab tiada seorang laki-laki yang sendirian dengan wanita yang tidak ada 
mahramnya melainkan ingin berzina padanya.”

Yang terendah adalah zina hati dengan bernikmat-nikmat karena getaran jiwa yang 
dekat dengannya, zina mata dengan merasakan sedap memandangnya dan lebih jauh 
terjerumus ke zina badan dengan, saling bersentuhan, berpegangan, berpelukan, 
berciuman, dan seterusnya hingga terjadilah persetubuhan.

Ath-Thabarani dan Al-Hakim meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah 
berfirman yang artinya, ‘Penglihatan (melihat wanita) itu sebagai panah iblis 
yang sangat beracun, maka siapa mengelakkan (meninggalkannya) karena takut 
pada-Ku, maka Aku menggantikannya dengan iman yang dapat dirasakan manisnya 
dalam hatinya.”

Ath-Thabarani meriwayatkan, Nabi saw. bersabda yang artinya, “Awaslah kamu dari 
bersendirian dengan wanita, demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tiada seorang 
lelaki yang bersendirian (bersembunyian) dengan wanita malainkan dimasuki oleh 
setan antara keduanya. Dan, seorang yang berdesakkan dengan babi yang 
berlumuran lumpur yang basi lebih baik daripada bersentuhan bahu dengan bahu 
wanita yang tidak halal baginya.”

Di dalam kitab Dzamm ul Hawa, Ibnul Jauzi menyebutkan dari Abu al-Hasan 
al-Wa’ifdz bahwa dia berkata, “Ketika Abu Nashr Habib al-Najjar al-Wa’idz wafat 
di kota Basrah, dia dimimpikan berwajah bundar seperti bulan di malam purnama. 
Akan tetapi, ada satu noktah hitam yang ada wajahnya. Maka orang yang melihat 
noda hitam itu pun bertanya kepadanya, ‘Wahai Habib, mengapa aku melihat ada 
noktah hitam berada di wajah Anda?’ Dia menjawab, ‘Pernah pada suatu ketika aku 
melewati kabilah Bani Abbas. Di sana aku melihat seorang anak amrad dan aku 
memperhatikannya. Ketika aku telah menghadap Tuhanku, Dia berfirman, ‘Wahai 
Habib?’ Aku menjawab, ‘Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah.’ Allah berfirman, 
‘Lewatlah Kamu di atas neraka.’ Maka, aku melewatinya dan aku ditiup sekali 
sehingga aku berkata, ‘Aduh (karena sakitnya).’ Maka. Dia memanggilku, ‘Satu 
kali tiupan adalah untuk sekali pandangan. Seandainya kamu berkali-kali 
memandang, pasti
 Aku akan menambah tiupan (api neraka).”

Hal tersebut sebagai gambaran bahwa hanya melihat amrad (anak muda belia yang 
kelihatan tampan) saja akan mengalami kesulitan yang sangat dalam di akhirat 
kelak.

“Semalam aku melihat dua orang yang datang kepadaku. Lantas mereka berdua 
mengajakku keluar. Maka, aku berangkat bersama keduanya. Kemudian keduanya 
membawaku melihat lubang (dapur) yang sempit atapnya dan luas bagian bawahnya, 
menyala api, dan bila meluap apinya naik orang-orang yang di dalamnya sehingga 
hampir keluar. Jika api itu padam, mereka kembali ke dasar. Lantas aku berkata, 
‘Apa ini?’ Kedua orang itu berkata, ‘Mereka adalah orang-orang yang telah 
melakukan zina.” (Isi hadis tersebut kami ringkas redaksinya. Hadis di ini 
diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).

Di dalam kitab Dzamm ul-Hawa, Ibnul Jauzi menyebutkan bahwa Abu Hurairah r.a. 
dan Ibn Abbas r.a., keduanya berkata, Rasulullah saw. Berkhotbah, “Barang siapa 
yang memiliki kesempatan untuk menggauli seorang wanita atau budak wanita 
lantas dia melakukannya, maka Allah akan mengharamkan surga untuknya dan akan 
memasukkan dia ke dalam neraka. Barang siapa yang memandang seorang wanita 
(yang tidak halal) baginya, maka Allah akan memenuhi kedua matanya dengan api 
dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam neraka. Barang siapa yang berjabat tangan 
dengan seorang wanita (yang) haram (baginya) maka di hari kiamat dia akan 
datang dalam keadaan dibelenggu tangannya di atas leher, kemudian diperintahkan 
untuk masuk ke dalam neraka. Dan, barang siapa yang bersenda gurau dengan 
seorang wanita, maka dia akan ditahan selama seribu tahun untuk setiap kata 
yang diucapkan di dunia. Sedangkan setiap wanita yang menuruti (kemauan) lelaki 
(yang) haram (untuknya), sehingga lelaki
 itu terus membarengi dirinya, mencium, bergaul, menggoda, dan bersetubuh 
dengannya, maka wanitu itu juga mendapatkan dosa seperti yang diterima oleh 
lelaki tersebut.”

‘Atha’ al-Khurasaniy berkata, “Sesungguhnya neraka Jahanam memiliki tujuh buah 
pintu. Yang paling menakutkan, paling panas, dan paling bisuk baunya adalah 
pintu yang diperuntukkan bagi para pezina yang melakukan perbuatan tersebut 
setelah mengetahui hukumnya.”

Dari Ghazwan ibn Jarir, dari ayahnya bahwa mereka berbicara kepada Ali ibn Abi 
Thalib mengenai beberapa perbuatan keji. Lantas Ali r.a. berkata kepada mereka, 
“Apakah kalian tahu perbuatan zina yang paling keji di sisi Allah Jalla 
Sya’nuhu?” Mereka berkata, “Wahai Amir al-Mukminin, semua bentuk zina adalah 
perbuatan keji di sisi Allah.” Ali r.a. berkata, “Akan tetapi, aku akan 
memberitahukan kepada kalian sebuah bentuk perbuatan zina yang paling keji di 
sisi Allah Tabaaraka wa Taala, yaitu seorang hamba berzina dengan istri 
tetangganya yang muslim. Dengan demikian, dia telah menjadi pezina dan merusak 
istri seorang lelaki muslim.” Kemudian, Ali r.a. berkata lagi, “Sesungguhnya 
akan dikirim kepada manusia sebuah aroma bisuk pada hari kiamat, sehingga semua 
orang yang baik maupun orang yang buruk merasa tersiksa dengan bau tersebut. 
Bahkan, aroma itu melekat di setiap manusia, sehingga ada seseorang yang 
menyeru untuk memperdengarkan
 suaranya kepada semua manusia, “Apakah kalian tahu, bau apakah yang telah 
menyiksa penciuman kalian?” Mereka menjawab, “Demi Allah, kami tidak 
mengetahuinya. Hanya saja yang paling mengherankan, bau tersebut sampai kepada 
masing-masing orang dari kita.” Lantas suara itu kembali terdengar, 
“Sesungguhnya itu adalah aroma alat kelamin para pezina yang menghadap Allah 
dengan membawa dosa zina dan belum sempat bertobat dari dosa tersebut.”

Bukankah banyak kejadian orang-orang yang berpacaran dan bercinta-cinta dengan 
orang yang telah berkeluarga? Jadi, pacaran tidak hanya mereka yang masih 
bujangan dan gadis, tetapi dari uisa akil balig hingga kakek nenek bisa berbuat 
seperti yang diancam oleh hukuman Allah tersebut di atas. Hanya saja, yang umum 
kelihatan melakukan pacaran adalah para remaja.

Namun, bukan berarti tidak ada solusi dalam Islam untuk berhubungan dengan 
nonmahram. Dalam Islam hubungan nonmahram ini diakomodasi dalam lembaga 
perkawinan melalui sistem khitbah/lamaran dan pernikahan.

“Hai golongan pemuda, siapa di antara kamu yang mampu untuk menikah, maka 
hendaklah ia menikah, karena menikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih 
memelihara kemaluan. Tetapi, siapa yang tidak mampu menikah, maka hendaklah ia 
berpuasa, karena puasa itu dapat mengurangi syahwat.” (HR Bukhari, Muslim, Abu 
Daud, Tirmizi, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan Darami).

Selain dua hal tersebut di atas, baik itu dinamakan hubungan teman, pergaulan 
laki perempuan tanpa perasaan, ataupun hubungan profesional, ataupun pacaran, 
ataupun pergaulan guru dan murid, bahkan pergaulan antar-tetangga yang 
melanggar aturan di atas adalah haram, meskipun Islam tidak mengingkari adanya 
rasa suka atau bahkan cinta. Anda bahkan diperbolehkan suka kepada laki-laki 
yang bukan mahram, tetapi Anda diharamkan mengadakan hubungan terbuka dengan 
nonmahram tanpa mematuhi aturan di atas. Maka, hubungan atau jenis pergaulan 
yang Anda sebutkan dalam pertanyaan Anda adalah haram. Kalau masih ingin juga, 
Anda harus ditemani kakak laki-laki ataupun mahram laki-laki Anda dan Anda 
harus berhijab dan berjilbab agar memenuhi aturan yang telah ditetapkan Islam.

Hidup di dunia yang singkat ini kita siapkan untuk memperoleh kemenangan di 
hari akhirat kelak. Oleh karena itu, marilah kita mulai hidup ini dengan 
bersungguh-sungguh dan jangan bermain-main. Kita berusaha dan berdoa mengharap 
pertolongan Allah agar diberi kekuatan untuk menjalankan perintah dan 
meninggalkan larangan-Nya. Semoga Allah menolong kita, amin.

Adapun pertanyaan berikutnya kami jawab bahwa cara mengetahui sifat calon 
pasangan adalah bisa tanya secara langsung dengan memakai pendamping (penengah) 
yang mahram. Atau, bisa melalui perantara, baik itu dari keluarga atau saudara 
kita sendiri ataupun dari orang lain yang dapat dipercaya. Hal ini berlaku bagi 
kedua belah pihak. Kemudian, bagi seorang laki-laki yang menyukai wanita yang 
hendak dinikahinya, sebelum dilangsungkan pernikahan, maka baginya diizinkan 
untuk melihat calon pasangannya untuk memantapkan hatinya dan agar tidak kecewa 
di kemudian hari.

“Apabila seseorang hendak meminang seorang wanita kemudian ia dapat melihat 
sebagian yang dikiranya dapat menarik untuk menikahinya, maka kerjakanlah.” (HR 
Abu Daud).
bahkan kita juga berhak mengajukan syarat tuk calon pasangan kita sebelum 
lakukan walimah. kalo kita tertarik ketika melihat calon pasangan yang 
ditawarkan & syarat diajukan disepakati calon pasangan, maka silahkan 
persiapkan tuk acara walimah.Hal-hal yang mungkin dapat dilakukan sebagai 
persiapan seorang muslim apabila hendak melangsungkan pernikahan.
1. Memilih calon pasangan yang tepat.
2. Diproses melalui musyawarah dengan orang tua.
3. Melakukan salat istikharah.
4. Mempersiapkan nafkah lahir dan batin.
5. Mempelajari petunjuk agama tentang pernikahan.
6. Membaca sirah nabawiyah, khususnya yang menyangkut rumah tangga Rasulullah 
saw.
7. Menyelesaikan persyaratan administratif sesui dengan peraturan daerah tempat 
tinggal.
8. Melakukan khitbah/pinangan.
9. Memperbanyak taqarrub kepada Allah supaya memperoleh kelancaran.
10. Mempersiapkan walimah.
====
yang perlu di ingat dan direnungi "BETAPA NIKMATNYA PACARAN SETELAH NIKAH" 
dalam artian pacaran dengan istri sendiri, saya yakin & percaya apabila pacaran 
setelah nikah akan lebih awet romantisnya daripada pacaran dulu baru nikah.

mohon maaf apabila ada yang salah, soalnya ana' bukan ustadz & ana' tahu banyak 
ustadz di milis ini yang lebih paham, apalagi ana' belum pernah merasakan 
indahnya walimah.... :)
Read More...

Arti neraka menurut setan


Di sebuah tempat yang tidak tercatat dalam kitab suci, setan baru saja kembali dari perjalanannya bercengkerama dengan rekan-rekannya di planet tempat tinggal manusia. Tak seperti biasanya, kali ini ia pulang lebih cepat dari biasanya. Jutaan setan masih berada di tempat manusia berada, mereka masih bersatu dengan banyak manusia.

Setan berdiri tegak memandangi bumi, matanya dengan tajam melihat setiap peristiwa yang terjadi nun jauh di benda kecil seperti butir pasir. Tiba-tiba ia merasa limbung, entah kenapa. Ia merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Ia merasa matanya tiba-tiba menjadi berat. Pikirannya seolah mengambang, memori-memori yang hampir saja ia lupakan melesat-lesat tak terkendali. Terlintas masa saat ia masih bernama malaikat, saat ia mengerjakan titah tuhan membangun infrastruktur semesta. Pelan-pelan setan itu kehilangan kesadaran. Saat itu tuhan membuatnya tertidur.

Dalam tidurnya, setan melihat neraka. Di sana ia melihat banyak sekali malaikat yang sedang berkerumun, berkelompok-kelompok. Para malaikat itu sedang berunding. Setan mendengar percakapan para malaikat itu. Mereka ramai-ramai membicarakan keputusan tuhan.

Tuhan memerintahkan para malaikat untuk menutup pintu neraka. Tuhan berkata bahwa seluruh umat manusia tidak layak hidup di neraka. Setan terkejut mendengar apa yang mereka bicarakan itu. Ia merasa Tuhan sembrono karena mengingkari janjinya sendiri. Begitulah pikiran picik setan.

Ia kemudian menuju tuhan.

“Tuhanku, apakah arti dari seluruh upayaku jika pada akhirnya seluruh umat manusia kau masukkan ke dalam sorga?”, setan bertanya.

Tuhan diam. Tapi sebenarnya ia berkata dalam segala.

“Tuhan, dimanakah janjimu dulu? Bahwa kau akan membalas setiap perbuatan yang dilakukan manusia. Bukankah kau adalah tuhan yang maha adil?”

Tuhan diam. Tapi sebenarnya ia berkata dalam segala.

“Tuhan, apakah kau tak mau mendengarkanku lagi? Aku adalah setan, hambamu yang paling patuh, aku dulu tak sudi bersujud pada makhlukmu yang engkau katakan paling mulia. Aku hanya bersujud kepadamu. Sekarang kau saksikan sendiri makhluk-makhlukmu itu. Mereka sama sekali tidak mengenalmu. Yang mereka kenal adalah kami, yang selalu memberi mereka kesenangan dan menghapuskan rasa bersalah dari hati mereka sepanjang hidup.”

Tuhan diam. Tapi sebenarnya ia berkata dalam segala.

Setan terbangun dari tidurnya dan ia menemukan dirinya dalam surga. Ya, ia sekarang berada di sorga. Ia kebingungan.
Dilihatnya seorang manusia yang berjalan di dekatnya.

“Hey, apakah kau manusia yang menghuni sorga ini?”
“Ya, aku mendapat rahmat tuhan dengan tinggal di dalam sorga”
“Berapa lama kau tinggal sini, wahai manusia?”
“Aku sudah lama sekali di sini, aku tak sanggu mengungkapkan berapa lama waktu yang kulewati di sini, lama sekali. Di sorga lain banyak sekali manusia yang tinggal lama sekali sepertiku”

Setan terdiam. Ia kebingungan dengan situasi ini. Jangan-jangan apa yang ia temui tadi benar pikirnnya. Setan tidak mengerti bahwa pertemuannya dengan malaikat  dan tuhan adalah mimpi.

Ia kemudian berniat menghadap tuhan. Lalu sampailah ia kepada tuhan.

“Tuhanku, apa sebenarnya arti semua ini? kenapa banyak sekali manusia yang masuk sorga? Dulu aku banyak sekali menggoda manusia, tapi kenapa banyak sekali manusia yang berhak tinggal di sorga?”

Tuhan diam. Tapi sebenarnya ia berkata dalam segala.

Lalu tiba-tiba muncullah setan yang lain. Setan itu segera menarik tubuh setan yang masih diliputi kebingungan.

Setan yang baru saja tiba itu berkata: “Wahai sahabatku, diamlah kau! Jangan terlampau bingung dengan keadaan ini. Kuberitahukan kepadamu setan yang bodoh! Manusia yang kau temui di sorga itu memang berhak tinggal di sana! Semasa hidup, ia memang meminta sorga, dan tuhan memberi apa yang mereka minta! Mereka akan tetap tinggal di sana selamanya! Tenanglah kau sobat! Misi kita telah berhasil sempurna! Banyak sekali manusia yang masuk sorga! Itulah sebenarnya neraka yang dulu dijanjikan karena mereka tidak kembali kepada tuhan, mereka terperangkap di dalam neraka yang sebenarnya! kenapa kukatakan demikian? Karena aku pernah berjumpa dengan manusia-manusia penghuni sorga dan mereka benar-benar menikmati kehidupan mereka sekarang. Mereguk segala kenikmatan yang mereka anggap tiada tara. Padahal mereka tidak mengetahui bahwa ada sebagian kecil manusia yang mendapat kenikmatan yang jauh lebih besar. Sebuah kenikmatan yang tak terkatakan. Mereka itu, sebagian kecil itu, telah sepenuhnya kembali kepada tuhan. Mereka itulah manusia yang tidak terjebak oleh apa-apa. Karena sepanjang hidup, yang adal di benak mereka, yang paling mereka rindui adalah tuhan. Dan tuhan memberi apa yang mereka inginkan”

Setan pertama diam, sedang setan kedua menatap setan pertama dengan tatapan penuh makna. Neraka menurut setan kedua adalah sebuah penghalang bagi pertemuan manusia dengan sang asal.

Setan pertama tersenyum lega. Tanpa mereka sadari, ada setan ketiga yang mendengar percakapan mereka berdua. Setan ketiga ini juga tak mengerti bahwa ia sedang tertidur dan bermimpi. Ia merasa hidup wajar seperti manusia. Ia merasa ia adalah manusia.
Read More...

Indahnya Perbedaan

Perbedaan itu tidak mesti menjadi perselisihan atau pertengkaran karena perbedaan bisa juga membentuk keindahan dan kesempurnaan.

Tuhan itu maha-sempurna dan maha-pencipta. Dalam penciptaanNya ia membuat keanekaragaman yang indah dan menawan. Bisakah anda bayangkan ada suatu komposisi lagu yang isinya hanya satu nada saja dari awal hingga akhir. Pasti bunyinya seperti nada sibuk sebuah telepon tut.......tut........tut.......tut........tut........tut.........tut....... sangat membosankan dan memusingkan kepala. Lagu itu hanya akan berbentuk lagu apabila ia terdiri dari nada-nada yang beragam. Bisakah anda bayangkan ada satu bahasa yang terdiri dari satu kata saja dan tidak ada kata lainnya yang jumlahnya jutaan. Jangan pula tanya tentang frasa atau wacana karena iitu sangat musykil adanya.

Bisakah anda bayangkan wajah anda sama dengan wajah tetangga (pasti anda geli membayangkannya!). Dan isteri anda mirip sekali dengan isteri tetangga dan susah dibedakan mana isteri anda dan mana isteri tetangga anda, karena keduanya sama sekali tidak memiliki perbedaan. Anda adalah anda, karena anda memiliki karakter pembeda dari orang lain. Dan orang lain adalah orang lain dan bukan anda, karena mungkin mereka tidak seganteng dan segagah anda walaupun kecerdasannya bisa saja melebihi anda.

Tidak. Tidak mungkin kehidupan itu ada, tanpa adanya keanekaragaman. Perbedaan itu perlu. Perbedaan itu suatu keniscayaan. Perbedaan itu indah. Perbedaan itu sesuatu yang perlu disyukuri. Karena perbedaanlah bapak kita jatuh cinta pada ibu kita karena ibu kita berbeda dengan ibu-ibu yang lainnya. Ibu kita lebih cantik dan lebih baik hati. Karena perbedaan itulah bapak kita memilih ibu kita dan lahirlah kita. Anda ada karena mereka yang berbeda dengan anda ada bersama anda; tanpa adanya mereka maka keberadaan anda menjadi tiada guna, juga keberadaan mereka.

Saya ingat sebuah cerita yang saya dengar dari ustadz saya. Syahdan, pada suatu ketika ada seekor burung pipit kecil (sudah burung pipit, kecil lagi!) yang terbang melintasi lautan luas. Di tengah-tengah lautan itu ia menukik ke bawah menyiuk air laut dengan paruhnya yang sangat kecil. Setelah itu, air yang ada di paruhnya itu ia bawa melintasi samudera, lalu daratan, pepohonan dan lain-lain hingga akhirnya sampai ke sebuah tempat dimana Nabi Ibrahim (as.) sedang dijilati oleh lautan api yang berkobar.

Si burung pipit itu kemudian menyiramkan air yang ada di paruhnya itu. Hingga setetes tentu saja! Dan burung lainnya yang ada di sekitar tempat kejadian itu tertawa terbahak-bahak demi melihat si pipit menyiramkan air yang hanya setetes itu. Mereka berkata, 'wahai pipit yang malang! Mana mungkin kamu bisa memadamkan api yang sedang membakar Ibrahim itu. Kamu ini melakukan suatu perbuatan sia-sia saja'. Si pipit tadi kemudian menjawab, 'Memang benar kalian, wahai burung-burung yang gagah dan besar. Aku tak mungkin bisa memadamkan api itu. Itu terlalu besar bagiku. Tapi aku  ingin nanti Tuhan bisa mengenaliku sebagai makhluk yang mencintai kekasihnya, Ibrahim. Aku ingin dicatat sebagai makhluk yang turut membantu memadamkan api yang melahap Ibrahim kekasih Tuhan, walau pekerjaan itu hanya kecil dan hampir tak berarti".


Saya ingin seperti burung pipit itu. Walaupun mungkin pekerjaan saya kecil dan tak berarti. Tapi saya ingin nanti Tuhan mengenali saya sebagai orang yang mencintai perbedaan yang telah diciptakanNya. Saya ingin dikenali sebagai orang yang mensyukuri perbedaan yang telah ditakdirkanNya".
Read More...

Kenapa takut jomblo

                                                       MENJOMBLO ADALAH PILIHAN

Kebanyakan manusia tidak begitu saja menempuh jalan yang disyariatkan penciptanya. Kadang mereka membuat aturan sendiri pada beberapa masalah. pada masalah menjalin hubungan dengan lawan jenis ini kebanyakan manusia menepuh jalan awal pernikahan dengan pacaran, sesuatu yang tidak disyariatkan sang pencipta.
Melalui pacaran, pasangan yang berpacaran berharap bisa mengenal kepribadian dan seluk-beluk pasangannya sebelum akhirnya memutuskan untuk menempuh hidup bersama.  Walaupun lazim dilakukan manusia saat ini, ada juga yang tidak mengambil jalan pacaran ini, mereka menjadi generasi muda tanpa pacar dan hidup tanpa pacaran, bahasa gaul saat ini mencap mereka dengan gelar jomblo. Beberapa macam alasan saat orang mengambil pilihan untuk menjadi jomblo.
1. Studi dulu
Sebagian anak muda merasa sadar akan pentingnya ilmu yang harus ia pelajari, sehingga mereka menunda masalah hubungan dengan lawan jenis dengan alasan karena masih sekolah/kuliah.  Tidak bisa dipungkiri hubungan dengan lawan jenis berpotensi untuk mengganggu konsentrasi, apalagi jika hanya sekedar pacaran.
2. Kerja dulu
Kebanyakan orang tua juga setuju dengan alasan ini jika anaknya menjomblo. Biar kerja dulu, (agak) mapan dulu, biar bisa memberi makan anak orang, setelah itu silahkan pacaran!, demikianlah.  Orientasi bekerja tentu saja mencari penghasilan. dengan demikian, yang belum bekerja dan tak ingin merepotkan orang tuanya mengambil alasan ini untuk tidak berpacaran.
3. Tidak laku-laku :P
Orang yang seperti ini termasuk kategori menjomblo tidak sengaja, biasanya mereka tidak memilih untuk menjomblo. Jadi jangan terkejut jika yang seperti ini masih giat mencari lawan jenis untuk dijadikan pacar, kalau ada yang mau, ya… ayo…!.
4. Malu kepada lawan jenis
Ini alasan yang berhubungan dengan kepribadian, pada dasarnya malu adalah sikap terpuji, dalam banyak hal seharusnya kita mempunyai akhlak malu ini.
Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Malu adalah sebagian dari iman.” [Muttafaq Alaihi]
Dari Ibnu Mas’ud Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Di antara nasehat yang di dapat orang-orang dari sabda nabi-nabi terdahulu ialah: Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu.” [HR. Bukhari.]
Dalam pergaulan dengan lawan jenis, malu seharusnya lebih dikedepankan dan inilah sifat yang terpuji di mata syariat.  Namun, adanya malu pada seseorang bisa jadi bukan karena orang itu sadar syariat, tetapi karena merasa tidak percaya diri, malu yang seperti ini bisa hilang ketika suatu saat kelemahan-kelemahan diri bisa diatasi. jadi jangan heran jika tiba-tiba si pemalu menjadi pemberani dalam pergaulan lawan jenis setelah kelemahannya teratasi.
5. Karena ALLAH Subhanahu wa ta’ala
Alhamdulillah inilah alasan yang tepat, mengapa menjomblo? karena pacaran tidak disyariatkan dan sarat maksiat.  Memang ketika ingin menikah harus mengenal dan mengetahui calon pasangan hidup, namun pacaran bukanlah cara yang mesti ditempuh. informasi mengenai calon pasangan hidup bisa diperoleh lewat sumber yang terpercaya; keluarganya, teman dekat maupun saudaranya tanpa harus mendekati si dia.
sumber : el-fata ed 5 vol 7 2007
AGAR JOMBLO TETAP PD (Percaya Diri)
1. Niatkan karena Allah Subhanahu wata’ala
Inilah yang menyebabkan kita jadi percaya diri dalam status jomblo, ditengah-tengah kerumunan muda-mudi yang terjerumus dalam pacaran. Insyaallah dengan berbekal niat seperti ini kita memperoleh pahala dari Allah Subhanahu wata’ala, sebab, kita meninggalkan perbuatan maksiat dalam rangka mendapatkan keridhoanNya.
2. Yakini bahwa aktivitas pacaran adalah maksiat
Di dalam pacaran ada serangkaian aktivitas maksiat yang mengantarkan pelakunya pada perbuatan zina. Mulai dari melihat, memegang, bersepi-sepi, dst. yakini bahwa pacaran adalah perbuatan munkar, sehingga kita pun tenang mengatakan “Alhamdulillah , aku jomblo”.
3. Tenang dengan takdir Allah Subhanahu wata’ala
Fitrah manusia memang selalu tertarik dengan lawan jenisnya, keinginan untuk menyalurkan ketertarikan kepada lawan jenis adalah sesuatu yang manusiawi. namun jangan sampai hal ini membuat kita menempuh jala yang dilarang Allah Subhanahu wata’ala. Yakinlah dengan takdir Allah Subhanahu wata’ala, bahwa masa-masa itu akan datang (pernikahan).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah telah menulis (di Lauhu Mahfuzh) segenap takdir makhluk 50.000 tahun sebelum Ia menciptakan langit dan bumi” (HR. Muslim)
Ibnu Umar berkata, “Demi Alah yang jiwa Ibnu Umar berada di tanganNya. Seandainya salah seorang dari mereka memiliki emas sebesar gunung Uhudlalu dia infakkan di jalan Allah, tidak akan diterima oleh Allah sebelum ia beriman kepada qadar/takdir.”
4. Banyak-banyak melakukan amalan sholih
Gunakan setiap waktu yang diberikan oleh Allah Subhanahu wata’ala dengan memperbanyak amalan sholih yang sesuai. Misalnya puasa sunnah, sholat malam, menghafal Al-Qur’an, birrul walidayn, dsb. Kesibukan dalam hal kebaikan ini akan memupus keinginan hati terhadap hal-hal yang dimurkai oleh Allah Subhanahu wata’ala.
5. Gunakan waktu dengan sehebat mungkin
Jangan sampai waktu yang ada kita gunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat bagi dunia dan akhirat kita, waktu luang yang tidak dimanfaatkan dengan baik merupakan penyakit berbahaya bagi pemikiran, akal dan badan.
6. Jauhi tontonan, bacaan dan hal-hal yang mendorong untuk berpacaran
Hati manusia itu lemah, bila dorongan untuk melakukan maksiat begitu besar maka seseorang akan mudah terpengaruh dalam perbuatan maksiat, dorongan itu bisa berasal dari tontonan, bacaan, lingkungan, yang dorongan tadi mesti ditepis jauh-jauh dengan menghindari sebab disisi lain, sepantasnya kita berusaha untuk mencari bacaan, tontonan dan lingkungan yang mendorong kita untuk semakin taat kepada Allah Subhanahu wata’ala.
Read More...

Jomblo sampai halal

Pilihan-Mu terbaik untuku

Ktika ssorang yg kita anggap baik, paling baik, bhkan trbaik, yg harapan hati sllu brsuara "inilah psangan hdupku". Namun, saat kalimat pembuka syariat tdk mmihak pd kita, mk relakanlah, ikhlaskanlah, sadarlah & brsyukurlah, ini brrti Allah subhanahu wata'ala mmpunyai psangan utk kita yg "lbih baik" dri yg baik, pling baik, bhkan terbaik dg Ridla-Nya.

Spercik kisah kcil ( the real story ), dari sahabat ikhwan.
Yah,,,, sbut sj dia "Ahmad", sorang pmuda kmpung yg hdup di lingkungan religi, dg khidupan yg kecukupan dri usaha orang tuanya yg Alhamdulillah lncar.

Singkat crita, Ahmad mnjalin hubungan dg sorang akhwat si kembang desa didesa sblah, sorang akhwat yg cntik jg ilmu agama yg mumpuni, tntunya dg tjuan ke prnikahan, mlangnya hubungan itu hrus kandas.

2th kmudian, diapun kmbli mncoba mnjalin hubungan dg sorang akhwat cantik anak pk haji, yg mmpunyai usaha sukses dikampungnya, istilahnya kalau mncari pak haji ini, kalau disebutin namanya, orang2 byk yg thu.
Namun syang, hubungan itu lgi2 hrus kandas.

Stelah 2 kjadian inilah, kgundahan mulai mnghampiri hati Ahmad,
" knapa Y Allah, hti hamba yg sdh "cocok" dg dia, nmun Engkau tk mrestuinya,
ku thu Engkau Maha Mengetahui apa yg ada pd hti ini,
jk ini mmang yg trbaik,,,,
ikhlasku,,,,
syukurku,,, Y Allah,
Engkau msih mmbrikan ksmpatan untuku mndpatkan psangan hdup yg lbih baik, dri yg baik, pling baik, bhkan terbaik.
Ikhtiarku dlm ksendirianku, kan mmbri hikmah dlm prbaikan diri mnju Ridla-Mu Y Illahi,,,,,,,"

1th, 2th, 3th, bhkan lbih, Si Ahmad ini msih blum mnemukan yg "lbih baik" tdi, dn slma itu pula tk trdengar dia mnjalin hubungan spesial dg sorang akhwat, bahkan title "bujang lapuk" (bujang tua) pun prnah disandangnya, omongan orang jdi musik pngantar hidupnya,
namun Dia ttep kokoh, sllu ingat dg kata2nya "ksendirianku dlm prbaikan diriku"....

Yah,,,,, cape, resah, bhkan hmpir ptus asa, stlah brthun2 mnanti,,,mncari,,,,
Subhanallah Walhamdulillah walailahaillallah wallahuakbar,,,
sang bidadari keluar dri praduannya,

Ahmad akhirnya mnikah dg "yg lbih baik", dg sorang ikhwat yg mmang lbih baik dri yg baik, pling baik, bhkan trbaik, dg Ridla-Nya,
sorang akhwat, sorang hafidzah, sorang yg cantik, sorang yg santun yg tutur katanya mnyejukan qalbu,,,
Subhanallah,,,,
yah,,,rumah tangga kecil yg harmonis, usaha kcil yg lncar (pdgang buah), dan bsnis transportasi didesanya, sbuah angkot desa yg cuma dia yg mmlikinya,
Subhanallah....
Read More...

10 Tips Hidup Sehat


Dulunya saya itu adalah orang dengan tabiat memakan apa yang saya suka. Pemakan segala mungkin lebih tepatnya. Hal tersebut diperparah lagi dengan kebiasaan olahraga yang sesuka hati. Jadilah saya tidak punya pola hidup yang kurang sehat. Tapi sekarang saya ingin merubahnya. Dan penting dicatat saya tidak mau kurusan, saya hanya ingin sehat.

Nah, berikut ini ada beberapa tips yang saya dapat dari Prof. Dr. Ir. Made Astawan, MS.
1. Niat dan sikap tegas
Ini penting! Niat, semua berawal dari niat. Kalo niat kita pun masih setengah-setengah mending pikir ulang lagi.

2. Pertahankan frekuensi makan
Pola makan harus teratur, dan pertahankan begitu terus. Makan jangan didorong oleh mood. Kalau anda berniat makan 5X sehari, yah harus 5X sehari, dengan menyelipkan cemilan sehat di sela-sela sarapan dan makan siang juga antara makan siang dan makan malam. Dan satu lagi jangan pernah melupakan makan pagi.

3. Ngemil dengan cara sehat
Ngemillah sesuatu yang sehat. Jangan ngemil yang tidak sehat dan banyak pula. Cobalah ngemil buah atau SOYJOY! Ngemil juga diantara makan pagi dan makan siang juga antara makan siang dan makan malam.

4. Kunyah makanan dengan lumat
Makan jangan terburu-buru, kunyahlah makanan dengan lumat.

5. Jangan kurangi vitamin, mineral dan protein
Kita memang mengurangi kuantitas makanan kita tapi bukan kandungan gizinya. Coba cari alternatif makanan yang lebih sehat.

6. Tidur teratur
Hidup sehat bukan berkutat masalah makanan saja. Kita juga perlu menjaga pola hidup yang sehat, salah satunya tidur yang teratur. Untuk orang dewasa membutuhkan waktu tidur sekitar 6-8 jam sehari. Biar kita juga segar beraktifitas besoknya.

7. Olahraga secara teratur dan terukur
Olahragalah secara teratur. Jangan olahraga tergantung ajakan pacar atau tergantung suasana hati. Kalau itu yang terjadi, ga bakal nyampe deh tujuan hidup sehat.

8. Hindari stress
Jangan stress, olahlah emosi anda.

9. Pantau berat badan secara berkala
Kalau kita olahraga secara berkala, maka kita bisa menimbang dan memantau berat badan kita secara berkala juga, jadi kita tau seberapa besar kemajuan kita.

10. Target penurunan yang benar
Target penurunan berat badan yang benar adalah 0,5 – 1 kg / minggu. Jangan terlalu dipaksakan, badan kita juga butuh istirahat.

Selamat melaksanakan.
SOYJOY for living with joy!
Read More...

Video Gallery