BULAN PUASA SETAN DIBELENGGU, BAGAIMANA DENGAN HAWA NAFSU ?

Sudah menjadi hal yang lumrah bagi sebagian besar remaja di dunia ini, tak terkeculai di negara kita sendiri, jika pacaran adalah hal yang sangat biasa, bahkan harus. Sebagian orang tua bahkan malu jika anaknya tidak juga memiliki pacar.
Bahkan pemuda seperti saya yang sudah menginjak usia 25 tahun, dan masih jomlo justru akan menjadi bahan ejekan dan ledekan teman-teman yang sudah keburu laku alias sudah memiliki pacar.
Pada bulan Ramadhan ini, banyak teman-teman yang memposting tentang pacaran melalui twitter yang berisi antara lain : ” Enak ya yang punya pacar, ada yang nemenin buka dan sahur”, ” duh jomlo ni, buka puasa sendirian gak enak”, adalagi yang mentwit seperti ini ” kata orang kalau bulan puasa kita punya pacar akan lebih semangat dalam menjalaninya” .
Saya memang bukan muslim yang begitu banyak tahu tentang hukum islam, namun sedikitnya saya pernah mendengar beberapa hadist dari Rosulullah yang disampaikan oleh para kiayi dan para Da’i bahwa sesungguhnya berpacaran itu bukanlah ciri orang iman atau orang islam. Jadi dalam islam sesungguhnya praktik pacaran seperti yang kita ketahui pada saat ini telah melanggar syari’t islam, sudah tidak sesuai dengan akidah agama islam itu sendiri.
Tetapi bagaimanapun hal ini sudah sangat sulit untuk dihindari.
Jika pertanyaanya adalah, bolehkah berpacaran di waktu bulan ramadhan atau bulan puasa ?
Jawabanya, pacaran yang bagaimana dulu?
Tergantung bagaimana anda mendiskripsikan pacaran itu sendiri seperti apa.
Jika yang dimaksud pacaran adalah seperti praktik jalan bareng pergi ke bioskop, pegang-pegangan, ciuman, nyepi ditempat yang gelap dan melakukan kontak fisik layaknya suami, jelas itu tidak dibenarkan, dosa besar, jangankan dibulan puasa, diluar bulan puasa saja itu merupakan dosa besar.
Namun jika pacaran itu dimaknai dan dipraktikan secara islami, (dalam hal ini berpacaran namun tidak melanggar aturan islam seperti berciuman, bergandengan tangan, dan melakukan kontak fisik lainnya), seperti saling mengingatkan akan ibadah tarawih, atau ibadah shalat lima waktunya jangan sampai lupa, menggunakan alat telekomunikasi, atau secara langsung tanpa kontak fisik saya rasa itu tidaklah menjadi masalah. Asalkan dalam perbincangan juga tidak disertai dengan kalimat-kalimat yang memancing hawa nafsu. Atau kalimat-kalimat nakal.
Sejatinya dibulan puasa semua syetan telah dibelenggu oleh Allah, namun bagaimana dengan hawa nafsu?
Ada yang berpendapat BAHWA hawa nafsu itu timbulnya dari syetan, padahal hawa nafsu itu tercIpta dari kebiasaan kita diluar bulan ramadhan. Sehingga jika praktik berpacaran diluar bulan puasa selalu dilakukan dengan perlakuan yang tidak baik, alias melanggar aturan, maka tidak menutup kemungkinan kebiasan tersebut akan terbawa pada saat bulan puasa. Banyak kejadian yang bisa kita lihat disekeliling kita pada saat bulan puasa bahwa bagaimana hawa nafsu itu benar-benar hadirnya dari diri kita. Banyak kejadian seperti pembunuhan, pemerkosaan dan pelecehan seksual justru terjadi di Bulan Suci Ramadhan, ini membuktukan bahwa benar Hawa nafsu itu datangnya dari diri kita sendiri.
Saya rasa semua orang islam sesungguhnya tahu bahwa bersentuhan dengan pria atau wanita yang bukan muhkrimnya itu adalah dosa. Namun karena agama islam masuk ke Indonesia melalui adat budaya, maka pemahaman seprti itu akan sulit dilaksanakan.
Nah, bagi para pembaca setia D’blogger, sebagi sesama D’blogger, saya hanya memberikan saran saja, alangkah sangat baiknya jika para D’blogger yang sedang memiliki Pacar, di bulan ramadhan ini untuk sedikit mengurangi kontak fisik dengan pacarnya, sekalipun hanya memegang atau bergandengan tangan. Ingat sekalipun Syetan telah dibelenggu, namun hawa nafsu diri kita sendirilah yang bisa memenejnya.
“Jika ada pohon berakar itu wajar teman, tapi kalau ada orang pacaran itu kurang ajar” (Moto seorang Jomlower)
Selamat menunaikan Ibadah puasa, dan semoga kita semua mampu mengendalikan hawa nafsu . Amiin, Amiin, Amiin ya rabbal Alamin.

0 Pendapat:

Posting Komentar

Masukan anda sangat berharga untuk kami

Video Gallery