Sekilas Sejarah kalender Masehi

     Ada baiknya kita mengetahui bagaimana sebenarnya sejarah lahirnya tahun baru masehi. Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari.

Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus. (http://id.wikipedia.org/)

Januarius (januari) dipilih sebagai bulan pertama karena dua alasan. Pertama, diambil dari nama dewa Romawi bernama “Janus”, yaitu dewa yang bermuka dua. Satu muka menghadap ke depan dan satu lagi menghadap ke belakang. Dewa Janus konon adalah dewa penjaga gerbang Olympus. Sehingga diartikan sebagai gerbang menuju tahun yang baru. Kedua, karena 1 Januari jatuh pada masa puncak musim dingin. Di saat itu biasanya pemilihan consul diadakan, karena semua aktifitas umumnya libur dan semua senat dapat berkumpul untuk memilih konsul. Di bulan Februari konsul yang terpilih dapat diberkati dalam upacara menyambut musim semi yang artinya menyambut hal yang baru.

Penjelasan di atas sangat jelas membuktikan bahwa tahun baru masehi berasal dari tradisi Barat. Tentu sangat aneh jika kaum Muslim yang memiliki tradisi Islam ikut membaur dalam perayaan itu. Padahal Nabi Muhammad Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم) telah mewanti-wanti kepada umatnya agar tidak mengikuti tradisi agama lain.

0 Pendapat:

Posting Komentar

Masukan anda sangat berharga untuk kami

Video Gallery

Entri populer