Para penggemar kopi, berita baik untuk Anda. Temuan terbaru dari para ilmuwan seperti dilansir Genius Beauty menyebutkan bahwa para wanita yang minum 4 cangkir atau lebih kopi sehari dapat mengurangi risiko depresi sebanyak 20 persen. Jumlah tersebut tentu dirasa terlalu banyak, tak perlu khawatir, karena jumlah kopi yang lebih kecil per hari dapat bertindak sebagai antidepresan. Jika seorang wanita minum 2-3 cangkir kopi setiap hari, risiko depresi berkurang sebesar 15 persen.
Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan dari Harvard University pada 51.000 perempuan mengajukan diri untuk berpartisipasi di dalamnya. Dasar bukti ilmiah terletak pada kenyataan bahwa kafein dapat bertindak sama dengan antidepresan. Kafein akan menghentikan produksi hormon tertentu penyebab depresi. Sementara itu, kopi memberi pengaruh dalam jangka waktu yang lebih lama serta memberikan rasa tenang dan rileks.
Menurut hasil penelitian baru, kopi dapat berkontribusi untuk pencegahan dan pengobatan negara-negara dengan penduduk yang rentan mengalami depresi. Penelitian lain sebelumnya telah menegaskan bahwa perempuan sekarang 2 kali lebih mungkin menderita depresi dibandingkan 40 tahun yang lalu. Hal ini dikaitkan dengan perubahan peran perempuan dalam masyarakat, karena kaum hawa harus mengelola keluarga dan karir lebih banyak.
Para ilmuwan memperingatkan bahwa kopi tanpa kafein tidak memberikan hasil yang sama. Selain itu, efek samping dari konsumsi kopi harus diperhatikan juga. Ini menyebabkan peningkatan tekanan darah. Bagi wanita hamil, dianjurkan untuk minum tidak lebih dari 2 cangkir sehari untuk mengurangi kemungkinan keguguran atau mengurangi risiko memiliki anak dengan berat badan lahir rendah.
DALAM berfilosofi, orang Jawa seringkali menggunakan unen-unen untuk menata hidup manusia. Makna dari ungkapan-ungkapan Jawa ini seringkali tidak dipahami oleh sebagian besar keturunan etnis Jawa di era modern ini. Maka tidak salah, jika muncul sebutan, "Wong Jowo sing ora njawani". Filosofi Jawa dinilai sebagai hal yang kuno dan ketinggalan jaman. Padahal, filosofi leluhur tersebut berlaku terus sepanjang hidup. Warisan budaya pemikiran orang Jawa ini bahkan mampu menambah wawasan kebijaksanaan. Berikut 10 dari sekian banyak falsafah yang menjadi pedoman hidup orang Jawa. 1. Urip Iku Urup Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik. 2. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak. 3. Sura dira Jaya Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar. 4. Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha Berjuang tanpa perlu membawa massa. Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan. Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan,kekayaan atau keturunan. Kaya tanpa didasari kebendaan. 5. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri. Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu. 6. Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman Jangan mudah terheran-heran. Jangan mudah menyesal. Jangan mudah terkejut-kejut. Jangan mudah ngambeg, jangan manja. 7. Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi. 8. Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah. Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka. 9. Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat. 10. Aja Adigang, Adigung, Adiguna Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti.
Read more at: http://www.ikadanewsonline.com/2011/12/10-falsafah-hidup-orang-jawa.html
Copyright http://www.ikadanewsonline.com/ Under Common Share Alike Atribution
Read more at: http://www.ikadanewsonline.com/2011/12/10-falsafah-hidup-orang-jawa.html
Copyright http://www.ikadanewsonline.com/ Under Common Share Alike Atribution
DALAM berfilosofi, orang Jawa seringkali menggunakan unen-unen untuk menata hidup manusia. Makna dari ungkapan-ungkapan Jawa ini seringkali tidak dipahami oleh sebagian besar keturunan etnis Jawa di era modern ini. Maka tidak salah, jika muncul sebutan, "Wong Jowo sing ora njawani". Filosofi Jawa dinilai sebagai hal yang kuno dan ketinggalan jaman. Padahal, filosofi leluhur tersebut berlaku terus sepanjang hidup. Warisan budaya pemikiran orang Jawa ini bahkan mampu menambah wawasan kebijaksanaan. Berikut 10 dari sekian banyak falsafah yang menjadi pedoman hidup orang Jawa. 1. Urip Iku Urup Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik. 2. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak. 3. Sura dira Jaya Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar. 4. Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha Berjuang tanpa perlu membawa massa. Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan. Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan,kekayaan atau keturunan. Kaya tanpa didasari kebendaan. 5. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri. Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu. 6. Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman Jangan mudah terheran-heran. Jangan mudah menyesal. Jangan mudah terkejut-kejut. Jangan mudah ngambeg, jangan manja. 7. Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi. 8. Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah. Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka. 9. Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat. 10. Aja Adigang, Adigung, Adiguna Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti.
Read more at: http://www.ikadanewsonline.com/2011/12/10-falsafah-hidup-orang-jawa.html
Copyright http://www.ikadanewsonline.com/ Under Common Share Alike Atributi
Read more at: http://www.ikadanewsonline.com/2011/12/10-falsafah-hidup-orang-jawa.html
Copyright http://www.ikadanewsonline.com/ Under Common Share Alike Atributi

0 Pendapat:
Posting Komentar
Masukan anda sangat berharga untuk kami